Keterampilan HOTS dalam Pembelajaran Bahasa
Kelompok 7 R003
πKonsep berpikir tingkat tinggi atau HOTS menurut Ariyana dkk. (2018:5) dipicu oleh empat kondisi. Adapun empat kondisi tersebut yaitu:
- Sebuah situasi belajar tertentu yang memerlukan strategi pembelajaran yang spesifik dan tidak dapat digunakan pada situasi belajar lainnya.
- Kecerdasan tidak lagi dipandang sebagai kemampuan yang tidak dapat diubah, melainkan kesatuan pengetahuan yang dipengaruhi faktor lingkungan belajar, strategi, dan kesadaran dalam belajar.
- Pemahaman pandangan yang telah bergeser dari satu dimensi, linier, hirarki, atau spiral menuju pemahaman pandangan ke multi dimensi dan interaktif.
- Keterampilan berpikir tingkat tinggi yang lebih spesifik seperti penalaran, kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan keterampilan berpikir kritis dan kreatif.
HOTS dalam pembelajaran bukan berperan sebagai sebuah metode pembelajaran tetapi HOTS disini dimaksudkan pembelajaran yang mampu menciptakan peserta didik untuk berpikir HOTS seperti kemampuan memahami, menganalisis, mengevaluasi, menciptakan, mengidentifikasi suatu pelajaran atau soal-soal dalam pembelajaran. HOTS mengharuskan pembelajaran untuk memanfaatkan informasi dan gagasan dengan cara mengubah makna dan implikasinya.
Saavedra dan Opfer mendefinisikan keterampilan abad 21 sesuai dengan pembelajaran HOTS ke dalam empat katagori berikut:
- Cara berpikir: Kreativitas dan inovasi, berpikir kritis, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan belajar bagaimana belajar (metakognisi)
- Cara kerja: komunikasi dan kerja sama dalam kelompok
- Alat untuk kerja: pengetahuan umum dan literasi teknologi komunikasi informasi (ITC).
- Hidup sebagai warna negara: kewarganegaraan, kehidupan dan karir, dan tangung jawab pribadi dan sosial, termasuk kesadaran budaya dan kompetensi.
π―Dalam implementasi pembelajaran HOTS terdapat 3 pelaksanaan, yaitu:
- Menelaah Informasi Secara Kritik, Menelaah informasi secara kritis, pada proses pembelajaran HOTS ini guru dapat melakukan kegiatan pendahuluan pembelajaran dengan tujuan untuk membangkit motivasi belajar siswa. Seperti gambar, video, maupun contoh kasus yang kemudian akan ditanggapin atau dikritis oleh siswa mengenal isi dan bentuk dari apa yang ditampilkan.
- Menciptakan
Daya Kreatif Siswa, Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk
melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata yang
relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Untuk membangun
kreativitas menyusun atau membuat sebuah karangan.
- Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah, Untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir tinggi, maka pendidik harus memfasilitasi siswa untuk menjadi pemikir dan pemecah masalah. Contohnya guru dapat menciptakan system pembelajaran dengan diskusi. Dimana guru akan mengangkat sebuah permasalahan kemudian akan di diskusikan bersama, selanjutnya siswa di tuntut untuk mencari sendiri apa akar dari permasalahan tersebut atau apa solusi dari permasalahan tersebut.
πKemendikbud (2027:3) yang menyatakan bahwa soal-soal HOTS merupakan instrumen pengukuran yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, yaitu kemampuan yang tidak sekedar mengukur proses mengingat kembali.
Soal-soal HOTS konteks penilaian mengukur kemampuan :
(a) transfer satu konsep
ke konsep lainnya,
(b) memproses dan
menerapkan informasi,
(c) mencari kaitan dari
berbagai informasi yang berbeda-beda,
(d) menggunakan informasi
untuk menyelesaikan masalah, dan
(e) menelaah ide dan informasi secara kritis.
Pengembangan soal HOTS dalam pembelajaran bahasa indonesia juga mengacu pada kriteria tertentu. Kriteria tersebut adalah :
(a) Soal berkaitan dengan
peristiwa nyata (kontekstual).
(b) Soal didukung dengan
analisis visual.
(c) Soal mengarahkan
siswa untuk menjelaskan alasan dari jawaban yang diberikan.
(d) Materi atau pokok
bahasan soal harus sesuai dengan indikator yang akan dicapai.
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
π»π»
BalasHapusπΌπΌ
BalasHapus