Model - Model Penilaian dalam Pembelajaran Bahasa
Kelompok 12 R003
Secara umum (Zuhud, 1995: 10) juga mengatakan bahwa alat penilaian yang menggunakan teknik tes dapat dikelompokkan dalam bentuk sebagai berikut: (1) Tes tertulis, yaitu alat penilaian yang disajikan dan diselesaikan oleh siswa secara tertulis. Jawaban siswa dapat berupa jawaban pertanyaan, jawaban argumentasi atau tugas yang diberikan. (2) Ujian lisan, yaitu. alat penilaian yang disajikan dan diselesaikan siswa secara langsung. (3). Tes fungsional, atau penilaian, dimana tugas dapat diberikan secara tertulis atau lisan, dan prosesnya dilakukan dalam bentuk perwujudan atau tindakan. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, proses non tes atau penilaian dapat dilakukan melalui berbagai teknik, yaitu penilaian kinerja, penilaian proyek, dan penilaian portofolio. Penilaian kinerja dikenal juga dengan istilah performance appraisal atau penilaian kinerja. Penilaian ini dilakukan pada saat atau setelah siswa menyelesaikan tugas belajarnya.
🔎Pembelajaran Inovatif, Pembelajaran inovatif dapat diartikan sebagai pembelajaran yang dirancang oleh guru,bersifat baru, bukan yang biasa dilakukan, dan bertujuan untukmemudahkan perolehan pengetahuan oleh siswa dalamprosesnya. untuk memperbaiki perilaku sesuai dengan potensi dan perbedaan siswa.Ada beberapa teori di balik pembelajaran inovati
- Teori kognitif. Teori kognitif didasarkan pada perilaku yang tidak terlihat yang dapat dipelajari secara ilmiah dengan cara yang sama seperti perilaku yang terlihat. Perilaku tak kasat mata merupakan proses internal yang dihasilkan dari kerja potensi psikis. Teori kognitif lebih mengandalkan pemikiran dan konsep dasar siswa dibandingkan pengalaman. Pembelajaran terjadi bukan hanya karena seseorang menerima dan merespon rangsangan dari lingkungannya, tetapi juga karena aktor tersebut belajar berinteraksi dengan orang lain. Pembelajaran terjadi berkat interaksi pribadi. Dalam diri seorang murid atau pelajar, transaksi terjadi sebagai akibat dari dua atau lebih metode komunikasi, yang masing-masing mendapat peluang baik sebagai pemrakarsa maupun sebagai reaksi terhadap komunikasi.
- Kedua, teori humanistik. Proses belajar tidak hanya terjadi karena seseorang mendapatkan stimulus dari lingkungannya dan meresponnya, tetapi terjadi pula karena pelaku belajar berkomunikasi dengan individu lainnya. Proses belajar terjadi karena komunikasi personal. Dalam diri pelaku belajar atau siswa terjadi transaksi akibat komunikasi dua arah atau lebih yang masing-masing mendapat kesempatan, baik selaku inisiator maupun mereaksi komunikasi. Komunikasi itu dapat berlangsung secara akrab, intensif, dan mendalam.
- Teori Gestalt. Psikologi Gestalt memandang unsur-unsur yang berkaitan dengan pembelajaran tidak dapat dipisahkan, tetapi secara keseluruhan membentuk bidang pembelajaran. Oleh karena itu, teori ini disebut juga teori medan. Menurut Lewin(2010), perubahan perilaku merupakan indikator tercapainya hasil belajar dan aktivitas lingkungan yang mendorong potensi internal siswa.
Jenis-jenis Model Penilaian, Terdapat berbagai model penilaian yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa di SD, antara lain:
Penilaian Sikap, Penilaian siysakap dimaksudkan sebagai penilaian terhadap perilaku peserta didik dalam proses pembelajaran yang meliputi sikap spiritual dan sosial. Penilaian sikap memiliki karakteristik yang berbeda dari penilaian pengetahuan dan keterampilan sehingga teknik penilaian yang digunakan juga berbeda. Dalam hal ini, penilaian sikap lebih ditujukan untuk membina perilaku dalam rangka pembentukan karakter peserta didik
Sikap Spiritual, Kompetensi sikap spiritual (KI-1) yang akan diamati adalah menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
Sikap Sosial, Kompetensi sikap sosial (KI-2) yang akan diamati mencakup perilaku antara lain: jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga, dan negara. Penilaian sikap terdiri atas penilaian utama dan penilaian penunjang. Penilaian utama diperoleh dari hasil observasi harian yang ditulis di dalam jurnal harian. Penilaian penunjang diperoleh dari penilaian diri dan penilaian antarteman, hasilnya dapat dijadikan sebagai alat konfirmasi dari hasil penilaian sikap oleh pendidik. Teknik penilaian yang digunakan adalah observasi melalui wawancara, catatan anekdot (anecdotal record), dan catatan kejadian tertentu (incidental record) sebagai unsur penilaian utama.
❌Bentuk-bentuk Penilaian :
- Tes Tertulis,
Tes tertulis adalah tes yang soal dan jawabannya secara tertulis, antara lain berupa pilihan ganda, isian, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen tes tertulis dikembangkan dengan mengikuti langkah-langkah berikut:
- Melakukan analisis KD,
- Menyusun kisi-kisi soal sesuai dengan KD,
- Menulis soal berdasarkan kisi-kisi dan mengacu pada kaidah-kaidah penulisan soal,
- Menyusun pedoman penskoran,
- Melakukan penskoran berdasarkan pedoman penskoran.
- Tes: Digunakan untuk mengukur pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran secara komprehensif.
- Kuis: Digunakan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran secara singkat dan cepat.
- Lembar Kerja: Digunakan untuk melatih keterampilan siswa dalam menggunakan bahasa secara mandiri.
- Tes Lisan: Tes lisan berupa pertanyaan-pertanyaan, perintah, kuis yang diberikan pendidik secara lisan dan peserta didik merespon pertanyaan tersebut secara lisan. Tes lisan bertujuan menumbuhkan sikap berani berpendapat, mengecek penguasaan pengetahuan untuk perbaikan pembelajaran, percaya diri, dan kemampuan berkomunikasi secara efektif. Langkah-langkah pelaksanaan tes lisan sebagai berikut:
- Melakukan analisis KD,
- Menyusun kisi-kisi soal sesuai dengan KD,
- Membuat pertanyaan atau perintah,
- Menyusun pedoman penilaian,
- Memberikan tindak lanjut hasil tes lisan
- Diskusi: Digunakan untuk mendorong siswa untuk menggunakan bahasa secara aktif dan bertukar ide.
- Presentasi: Digunakan untuk menilai kemampuan siswa dalam menyampaikan informasi dan berbicara di depan umum.
- Percakapan: Digunakan untuk menilai kemampuan siswa dalam berkomunikasi secara lisan dalam konteks tertentu.
- Penilaian Observasi: Pengamatan Perilaku: Digunakan untuk mengamati bagaimana siswa menggunakan bahasa dalam berbagai situasi belajar.
- Penilaian Interaksi: Digunakan untuk menilai bagaimana siswa berinteraksi dengan guru dan teman sekelasnya dalam menggunakan bahasa.
- Penilaian Portofolio: atau yang lebih dikenal sebagai Koleksi Hasil Karya: Digunakan untuk menilai kemajuan belajar siswa dari waktu ke waktu melalui koleksi hasil karyanya, seperti karangan, cerita, puisi, dan proyek bahasa
- Penilaian Diri: atau yang lebih dikenal sebagai Refleksi diri Digunakan untuk membantu siswa memahami kekuatan dan kelemahan mereka dalam belajar bahasa melalui refleksi diri terhadap kemajuan belajar mereka.
📚Contoh Implementasi Model Penilaian
- Model Penilaian Tertulis: Guru dapat menggunakan tes untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran, seperti kosakata, tata bahasa, dan pemahaman bacaan.
- Model Penilaian Lisan: Guru dapat menggunakan diskusi untuk mendorong siswa untuk menggunakan bahasa secara aktif dan untuk bertukar ide. Guru juga dapat menggunakan presentasi untuk menilai kemampuan siswa dalam menyampaikan informasi dan untuk berbicara di depan umum.
- Model Penilaian Observasi: Guru dapat mengamati perilaku siswa saat belajar untuk melihat bagaimana mereka menggunakan bahasa dan untuk mengidentifikasi potensi kesulitan belajar.
- Model Penilaian Portofolio: Guru dapat mengumpulkan hasil kerja siswa, seperti karangan, cerita, dan puisi, untuk menilai kemajuan belajar siswa dari waktu ke waktu.
- Model Penilaian Diri: Guru dapat meminta siswa untuk melakukan refleksi diri terhadap kemajuan belajar mereka untuk mempelajari materi.
.png)
.png)
Komentar
Posting Komentar