Pembelajaran Bahasa dalam Lingkup Pendidikan Karakter
Kelompok 3 R003
Karakter adalah suatu dimensi dari kehidupan yang membantu seseorang untuk bertahan, memperlakukan orang lain dengan bermartabat, dan memajukan masyarakat. Pada abad ke-21 yag berpotensi menurunkan nilai karakter, dunia pendidikan perlu mengembangkan karakter (Elias, 2014; Fink & Geller, 2013; Johnson, 1999). Siswa perlu difasilitasi dengan pembelajaran yang disengaja untuk mengembangkan kualitas karakter dan kemampuan akademiknya. Siswa memerlukan pendampingan yang kuat untuk memenuhi kemampuan menghadapi abad ke-21 dengan karakter yang baik untuk menjadi sukses saat lulus dari sekolah, perguruan tinggi, masyarakat, dan karirnya kelak.
🔎Pembelajaran abad 21 adalah pembelajaran yang dirancang untuk generasi abad 21 agar mampu mengikuti arus perkembangan teknologi terbaru.Pembelajaran Abad 21 dengan kehadiran Teknologi dalam dunia pendidikan, menuntut siswa untuk kreatif, inovatif, berfikir kritis serta metakognitif dan sehingga menjadikan siswa memiliki kemampuan berkomunikasi dan bekerja kolaborasi (berkelompok), dengan harapan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat dijadikan bekal hidup dimasyarakat yang memiliki karakter baik lokal maupun global dan dapat dipertanggung jawabkan secara personal maupun sosial masyarakat.
🎯 Dalam transformasi pendidikan Abad 21 Seorang guru harus memiliki 4 Kompetensi Dasar yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru sebagai berikut:
- Pedagogik,
- Kepribadian,
- Sosial,dan
- Profesional.
Dalam transformasi pendidikan Abad 21 Seorang guru harus memiliki 4 Kompetensi Dasar yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru sebagai berikut:
- Pedagogik Kemampuan dalam pembelajaran atau pendidikan yang memuat pemahaman akan sifat, ciri anak didik dan perkembangannya, mengerti beberapa konsep pendidikan yang berguna untuk membantu siswa, menguasai beberapa metodologi mengajar yang sesuai dengan bahan dan perkambangan siswa, serta menguasai sistem evaluasi yang tepat dan baik yang pada gilirannya semakin meningkatkan kemampuan siswa.
- Kepribadian Kemampuan kepribadian lebih menyangkut jati diri seorang guru sebagai pribadi yang baik, tanggung jawab, terbuka, dan terus mau belajar untuk maju. Yang pertama ditekankan adalah guru itu bermoral dan beriman. Hal ini jelas merupakan kompetensi yang sangat penting karena salah satu tugas guru adalah membantu anak didik yang bertaqwa dan beriman serta menjadi anak yang baik. Bila guru sendiri tidak beriman kepada Tuhan dan tidak bermoral, maka menjadi sulit untuk dapat membantu anak didik beriman dan bermoral.
- Sosial Kompetensi sosial meliputi: memiliki empati pada orang lain, memiliki toleransi pada orang lain, memiliki sikap dan kepribadian yang positif serta melekat pada setiap kopetensi yang lain, dan mampu bekerja sama dengan orang lain.
- Profesional Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) para anggotanya. Artinya pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu. Namun selain empat hal diatas terdapat satu kompetensi dasar yang perlu diperhatikan guru yaitu Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK). Mengingat transformasi pembelajaran di Abad 21 ini berbasis pengetahuan dan teknologi, maka guru memerlukan kompetensi TIK.
❌Dalam pembelajaran Abad 21, terjadi perubahan paradigma pendidikan. Proses pembelajaran berpusat pada guru, maka harus dirubah menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dalam pembelajaran yang berpusat pada guru, pembelajaran lebih menekankan seolah olah guru memberikan ceramah pada siswa tanpa memberikan kebebasan pada siswa. Guru menjadi fokus utama dalam proses pembelajaran dan siswa tidak memiliki kebebasan sendiri. Paradigma ini sudah seharusnya dirubah menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dimana siswa lebih memiliki kebebasan untuk berbicara, kebebasan untuk mengemukakan pendapat. Sehingga siswa mampu memecahkan masalahnya sendiri. Selain itu dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa, siswa diberikan pengalaman untuk belajar berkelompok, sehingga siswa bisa bersosialisasi dengan temannya.
📚 Pendidikan karakter, menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, pada Pasal 1 ayat 1, disebutkan bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.” Nampak bahwa ayat tersebut sarat dengan muatan pendidikan karakter. Karakter mencakup semua hal tentang "sikap," "perilaku," "disposisi," "pola pikir," "kepribadian," "temperamen," "nilai-nilai" atau "keterampilan sosial dan emosional”. Karakter dapat diartikan sebagai seperangkat sifat atau watak pribadi yang menghasilkan emosi moral tertentu, menunjukkan motivasi dan membimbing perilaku sedangkan pendidikan karakter mencakup semua kegiatan pendidikan yang eksplisit dan implisit yang membantu siswa mengembangkan kekuatan pribadi yang positif yang disebut kebajikan.
Penulis : Cici Sasmita, Widya Agneska, Resya Rahmani
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
masya allah🥰
BalasHapus😍😍
BalasHapus