Implementasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar

Kelompok 4 R003

Badan Standar Nasional Pendidikan Sekolah Dasar memandang bahwa Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang harus diajarkan di sekolah dasar. Bahasa merupakan percakapan atau alat komunikasi dengan sesama manusia. Bahasa merupakan alat komunikasi yang menjadi salah satu ciri khas bangsa Indonesia dan digunakan sebagai bahasa nasional. Hal ini yang merupakan salah satu sebab mengapa bahasa Indonesia diajarkan pada semua jenjang pendidikan, terutama di SD karena merupakan dasar dari semua pembelajaran.

Hakikat Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 pasal 1 butir 20 menjelaskan pengertian pembelajaran sebagai suatu proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
🔎Belajar tertuju kepada apa yang harus dilakukan oleh siswa Mengajar berorientasi pada apa yang harus dilakukan oleh guru sebagai pemberi pelajaran. Kedua aspek ini akan berkolaborasi secara terpadu menjadi suatu kegiatan pada saat terjadi interaksi antara guru dengan siswa, serta antara siswa dengan siswa disaat pembelajaran sedang berlangsung.
Sebagai sebuah sistem, maka bahasa terbentuk oleh suatu aturan, kaidah, atau pola-pola tertentu, baik dalam bidang tata bunyi, tata bentuk kata, maupun tata kalimat. Bila aturan, kaidah, atau pola ini dilanggar, maka komunikasi dapat terganggu. Lambang yang digunakan dalam sistem bahasa adalah berupa bunyi, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Karena lambang yang digunakan berupa bunyi, maka yang dianggap primer didalam bahasa adalah bahasa yang diucapkan, atau yang sering disebut bahasa lisan Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia di SD yang harus dipahami oleh guru dinyatakan dalam Badan Standar Nasional Pendidikan adalah sebagai berikut:

a.       Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulisan

b.      Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa Negara

c.       Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan.

d.      Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial.

e.       Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.

f.        Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.

🎯Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia

Mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut: 
  • Mendengar, Seperti mendengarkan berita, petunjuk, pengumuman, perintah, bunyi atau suara, bunyi bahasa, lagu, kaset, pesan, penjelasan, laporan, ceramah, khotbah, pidato, pembicaraan narasumber, dialog atau percakapan, pengumuman, serta perintah yang didengar dengan memberikan respon secara tepat serta mengapresiasi dan berekspresi Sastra melalui kegiatan mendengarkan hasil sastra berupa dongeng, cerita anak-anak,cerita rakyat, cerita binatang, puisi anak, syair lagu, pantun, dan menonton drama anak.
  • Berbicara, Seperti mengungkapkan gagasan dan perasaan, menyampaikan sambutan, dialog, pesan, pengalaman, suatu proses, menceritakan diri Sendiri, teman, keluarga, masyarakat, benda, tanaman, binatang, pengalaman, gambar tunggal, gambar seri, kegiatan sehari-hari.
  • Membaca, Seperti membaca huruf, suku kata, kata, kalimat, pragraf, berbagai teks bacaan, denah, petunjuk, tata tertib, pengumuman, kamus, ensiklopedia serta mengapresiasi dan berekspresi sastra melalui kegiatan membaca hasil sastra berupa dongeng, cerita anak-anak, cerita rakyat.
  • Menulis, Seperti menulis karangan naratif dan nonnaratif dengan tulisan rapih dan jelas dengan memperhatikan tujuan dan ragam pembaca, pemakaian ejaan dan tanda baca, dan kosakata yang tepat dengan menggunakan kalimat tunggal dan kalimat majemuk serta mengapresiasi dan berekspresi sastra melalui kegiatan menulis hasil sastra berupa cerita dan puisi
Ada beberapa tahapan kemampuan bahasa yang dimiliki oleh anak di antaranya adalah sebagai berikut:
  1. Tahap pralinguistik, yaitu fase perkembangan bahasa di mana anak belum mampu menghasilkan bunyi-bunyi yang bermakna. Bunyi yang dihasilkan seperti tangisan, rengekan, dekutan, dan celotehan hanya merupakan sarana anak untuk melatih gerak artikulatorisnya sampai ia mampu mengucapkan kata-kata yang bermakna.
  2. Tahap satu-kata, yaitu fase perkembangan bahasa anak yang baru mampu menggunakan ujaran satu-kata. Satu-kata itu mewakili ide dan tuturan yang lengkap.
  3. Tahap dua-kata, yaitu fase anak telah mampu menggunakan dua kata dalam pertuturannya.
  4. Tahap banyak-kata, yaitu fase perkembangan bahasa anak yang telah mampu bertutur dengan menggunakan tiga kata atau lebih dengan penguasaan gramatika yang lebih baik.

📚 Integrasi pembelajaran bahasa dengan materi pembelajaran lainnya di SD merupakan praktik yang penting untuk membantu peserta didik mengerti dan memahami materi yang dijelaskan. Cara untuk megintegrasikan bahasa dengan materi lain:
  1. Pendekatan pembelajaran tematik integratif Dalam pendekatan ini, beberapa muatan pelajaran dibelajar secara bersamaan, seperti pada contoh yang disebutkan di sini, yang mencakup Bahasa Indonesia, PKn, dan PJOK,
  2. Pendekatan integral. Pendekatan integral mengacu pada pengertian bahwa pengajaran bahasa harus merupakan sesuatu yang multidimensional, yang mengacu pada banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam pelaksanaan pembelajarannya.,
  3. Pendekatan Sosiolinguistik: Pendekatan sosiolinguistik menghubungkan gejala masyarakat dengan gejala bahasa. Konsep-konsep sosiolinguistik yang memberikan sumbangan terhadap pembelajaran bahasa di antaranya, seperti bahasa merupakan suatu sistem yang memiliki variasi atau ragam, setiap ragam memiliki peran, fungsi, gejala bahasa tertentu, serta kawasan pemakaian tertentu pula. Dalam integrasi pembelajaran bahasa dengan materi pembelajaran lainnya, guru harus menyesuaikan teknik pembelajaran yang digunakan sesuai dengan pendekatan yang akan digunakan. Teknik pembelajaran yang digunakan bergantung pada metode yang digunakan, dan metode disusun berdasarkan pendekatan yang dianut. Guru juga harus memperhatikan kemampuan siswa dan memperbaiki teknik pembelajaran sesuai kebutuhan siswa,
  4. Pendekatan Terintegrasi: Pendekatan terintegrasi merupakan pendekatan yang mengubah pelajaran ke dalam masalah tertentu yang memerlukan solusinya dengan materi atau bahan dari berbagai disiplin atau mata pelajaran. Integrasi diciptakan dengan memusatkan pelajaran pada masalah tertentu, sehingga siap diterapkan di pembelajaran yang lebih baik.,
  5. Pendekatan Komunikatif: Pendekatan komunikatif mencakup pembelajaran bahasa yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi yang efektif dan efisien. Dengan pendekatan ini, siswa akan belajar cara menggunakan bahasa Indonesia untuk mengkomunikasikan, memahami, dan memperjelas ide dan gagasan.
Integrasi pendidikan karakter abad 21 dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar (SD) dapat dilakukan melalui berbagai cara, yang merujuk pada kurikulum dan buku ajar SD. Pembelajaran bahasa Indonesia di SD harus memperhatikan integrasi pendidikan karakter abad 21, yang dapat membantu siswa memahami konsep-konsep yang penting untuk hidup bersama di abad 21. Integrasi pendidikan karakter Abad 21 dalam pembelajaran bahasa dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya dengan merujuk pada kurikulum dan buku ajar SD. Contohnya:
  1. Integrasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam silabus dan RPP: Integrasi pendidikan karakter pada pembelajaran bahasa Indonesia dapat dilakukan melalui silabus dan RPP yang mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan karakter,
  2. Pengembangan bahan ajar berbasis karakter: Pengembangan bahan ajar berbasis karakter di Era abad 21 pada Pelajaran Bahasa Indonesia dapat digunakan sebagai penunjang pembelajaran Bahasa Indonesia dan menganalisis respon siswa terhadap Bahan Ajar yang dikembangkan.
  3. Teknologi dalam pembelajaran abad 21: Integrasi teknologi dalam pembelajaran abad 21 dapat mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa melalui kerangka TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge).
  4. Pemuatan        nilai-nilai         karakter           dalam   semua  mata     pelajaran: Pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan pemuatan nilai-nilai karakter dalam semua mata pelajaran yang diajarkan di sekolah,
  5. Pendidikan karakter pada pembelajaran abad 21 di jenjang pendidikan dasar: Pendidikan karakter pada pembelajaran abad 21 di jenjang pendidikan dasar dapat dilakukan melalui pendidikan sastra sebagai pembentuk karakter anak.


Penulis : Yopi, Romian Perangin-angin, Husnul Khatimah

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer