Implementasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar
Kelompok 4 R003
Badan Standar Nasional Pendidikan Sekolah Dasar memandang bahwa Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang harus diajarkan di sekolah dasar. Bahasa merupakan percakapan atau alat komunikasi dengan sesama manusia. Bahasa merupakan alat komunikasi yang menjadi salah satu ciri khas bangsa Indonesia dan digunakan sebagai bahasa nasional. Hal ini yang merupakan salah satu sebab mengapa bahasa Indonesia diajarkan pada semua jenjang pendidikan, terutama di SD karena merupakan dasar dari semua pembelajaran.
a.
Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan
etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulisan
b.
Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia
sebagai bahasa persatuan dan bahasa Negara
c.
Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan
tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan.
d.
Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan
kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial.
e.
Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk
memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan
dan kemampuan berbahasa.
f.
Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai
khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.
🎯Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia
- Mendengar, Seperti mendengarkan berita, petunjuk, pengumuman, perintah, bunyi atau suara, bunyi bahasa, lagu, kaset, pesan, penjelasan, laporan, ceramah, khotbah, pidato, pembicaraan narasumber, dialog atau percakapan, pengumuman, serta perintah yang didengar dengan memberikan respon secara tepat serta mengapresiasi dan berekspresi Sastra melalui kegiatan mendengarkan hasil sastra berupa dongeng, cerita anak-anak,cerita rakyat, cerita binatang, puisi anak, syair lagu, pantun, dan menonton drama anak.
- Berbicara, Seperti mengungkapkan gagasan dan perasaan, menyampaikan sambutan, dialog, pesan, pengalaman, suatu proses, menceritakan diri Sendiri, teman, keluarga, masyarakat, benda, tanaman, binatang, pengalaman, gambar tunggal, gambar seri, kegiatan sehari-hari.
- Membaca, Seperti membaca huruf, suku kata, kata, kalimat, pragraf, berbagai teks bacaan, denah, petunjuk, tata tertib, pengumuman, kamus, ensiklopedia serta mengapresiasi dan berekspresi sastra melalui kegiatan membaca hasil sastra berupa dongeng, cerita anak-anak, cerita rakyat.
- Menulis, Seperti menulis karangan naratif dan nonnaratif dengan tulisan rapih dan jelas dengan memperhatikan tujuan dan ragam pembaca, pemakaian ejaan dan tanda baca, dan kosakata yang tepat dengan menggunakan kalimat tunggal dan kalimat majemuk serta mengapresiasi dan berekspresi sastra melalui kegiatan menulis hasil sastra berupa cerita dan puisi
- Tahap pralinguistik, yaitu fase perkembangan bahasa di mana anak belum mampu menghasilkan bunyi-bunyi yang bermakna. Bunyi yang dihasilkan seperti tangisan, rengekan, dekutan, dan celotehan hanya merupakan sarana anak untuk melatih gerak artikulatorisnya sampai ia mampu mengucapkan kata-kata yang bermakna.
- Tahap satu-kata, yaitu fase perkembangan bahasa anak yang baru mampu menggunakan ujaran satu-kata. Satu-kata itu mewakili ide dan tuturan yang lengkap.
- Tahap dua-kata, yaitu fase anak telah mampu menggunakan dua kata dalam pertuturannya.
- Tahap banyak-kata, yaitu fase perkembangan bahasa anak yang telah mampu bertutur dengan menggunakan tiga kata atau lebih dengan penguasaan gramatika yang lebih baik.
- Pendekatan pembelajaran tematik integratif Dalam pendekatan ini, beberapa muatan pelajaran dibelajar secara bersamaan, seperti pada contoh yang disebutkan di sini, yang mencakup Bahasa Indonesia, PKn, dan PJOK,
- Pendekatan integral. Pendekatan integral mengacu pada pengertian bahwa pengajaran bahasa harus merupakan sesuatu yang multidimensional, yang mengacu pada banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam pelaksanaan pembelajarannya.,
- Pendekatan Sosiolinguistik: Pendekatan sosiolinguistik menghubungkan gejala masyarakat dengan gejala bahasa. Konsep-konsep sosiolinguistik yang memberikan sumbangan terhadap pembelajaran bahasa di antaranya, seperti bahasa merupakan suatu sistem yang memiliki variasi atau ragam, setiap ragam memiliki peran, fungsi, gejala bahasa tertentu, serta kawasan pemakaian tertentu pula. Dalam integrasi pembelajaran bahasa dengan materi pembelajaran lainnya, guru harus menyesuaikan teknik pembelajaran yang digunakan sesuai dengan pendekatan yang akan digunakan. Teknik pembelajaran yang digunakan bergantung pada metode yang digunakan, dan metode disusun berdasarkan pendekatan yang dianut. Guru juga harus memperhatikan kemampuan siswa dan memperbaiki teknik pembelajaran sesuai kebutuhan siswa,
- Pendekatan Terintegrasi: Pendekatan terintegrasi merupakan pendekatan yang mengubah pelajaran ke dalam masalah tertentu yang memerlukan solusinya dengan materi atau bahan dari berbagai disiplin atau mata pelajaran. Integrasi diciptakan dengan memusatkan pelajaran pada masalah tertentu, sehingga siap diterapkan di pembelajaran yang lebih baik.,
- Pendekatan Komunikatif: Pendekatan komunikatif mencakup pembelajaran bahasa yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi yang efektif dan efisien. Dengan pendekatan ini, siswa akan belajar cara menggunakan bahasa Indonesia untuk mengkomunikasikan, memahami, dan memperjelas ide dan gagasan.
- Integrasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam silabus dan RPP: Integrasi pendidikan karakter pada pembelajaran bahasa Indonesia dapat dilakukan melalui silabus dan RPP yang mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan karakter,
- Pengembangan bahan ajar berbasis karakter: Pengembangan bahan ajar berbasis karakter di Era abad 21 pada Pelajaran Bahasa Indonesia dapat digunakan sebagai penunjang pembelajaran Bahasa Indonesia dan menganalisis respon siswa terhadap Bahan Ajar yang dikembangkan.
- Teknologi dalam pembelajaran abad 21: Integrasi teknologi dalam pembelajaran abad 21 dapat mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa melalui kerangka TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge).
- Pemuatan nilai-nilai karakter dalam semua mata pelajaran: Pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan pemuatan nilai-nilai karakter dalam semua mata pelajaran yang diajarkan di sekolah,
- Pendidikan karakter pada pembelajaran abad 21 di jenjang pendidikan dasar: Pendidikan karakter pada pembelajaran abad 21 di jenjang pendidikan dasar dapat dilakukan melalui pendidikan sastra sebagai pembentuk karakter anak.
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
😍😍
BalasHapus🔥😻
BalasHapus